Minggu, 08 April 2012

Cara Pemasangan Nasogastrik Tube (NGT)


Dalam melakukan pemasangan NGT ini ada 2 prinsip ada yang mengatakan steril dan ada juga yang mengatakan bersih. Tapi untuk kedua pendapat ini mempunyai alasan-alasanya yang masuk akal dan mempunyai referensi, silahkan mau menggunakan yang mana saja disesuaikan dengan SOP yang digunakan ditempat masing-masing.

Alasan yang mengatakan bahwa pemasangan NGT harus steril berpedoman bahwa selang adalah benda asing yang akan masuk tubuh (saluran pencernaan) maka harus steril demi menjaga kemungkinan infeksi. untuk yang mengatakan bersih karena yakin bahwa prinsip makan adalah bersih, jadi pemasangan NGT pun dilakuka dengan prinsip bersih.

.

A.   Indikasi


1.     Untuk memasukkan nutrisi atau makanan bagi pasien yang sulit menelan.

2.     Untuk mendiagnosis suatu penyakit

3.     Bilas lambung pada keracunan atau pendarahan di lambung



B.    Kontraindikasi


1.     Pasien dengan trauma cervical

2.     Pasien dengan fraktur facialis

3.     Pasien dengan varises oesophagus


C.    Alat dan Bahan


1.     Selang nasogastrik tube

2.     Jelly

3.     Kassa secukupnya

4.     Alas dan perlaknya

5.     Pinset steril

6.     Sarung tangan

7.     Stetoskop

8.     Spoit 50cc

9.     Plester

10. Gunting plester

11. Senter kecil


D.   Cara Pemasangan


1.   Mintalah persetujuan pasien sebelum melakukan tindakan pemasangan NGT. Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pemasangan, proses pemasangan, serta alat yang digunakan

2.   Persiapkan alat dan bahannya. Setelah itu letakkan di tempat yang mudah dijangkau.

3.   Cuci tangan 7 langkah sebelum dan sesudahnya. Gunakan sarung tangan.

4.   Posisikan pasien. Jika pasien dalam keadaan sadar, posisikan pasien setengah berbaring. Namun jika pasien dalam keadaan tidak sadar, posisikan pasien dalam keadaan berbaring, kepala diangkat sedikit atau diberi pengganjal agar lurus.

5.   Perhatikan cavum nasi (rongga hidung) pasien, apakah ada polip, benda asing, yang menyebabkan sumbatan pada hidung

6.   Pilihlah cavum nasi yang paling longgar untuk selang NGT masuk.

7.   Pasang perlak di dada (bisa disesuaikan dengan kondisi)

8.   Ukurlah panjang selang yang akan dimasukkan mulai dari telinga ke puncak hidunga, lalu dari telinga ke Proc. Xiphoideus, bisa juga dari kening langsung ke ke Proc. Xiphoideus. Berikan tanda

9.   Oleskan selang dengan jelly 10 -15 cm

10. Jepit selang dengan pinset dan masukkan perlahan ke dalam cavum nasi, jika terjadi tahanan, instruksikan pasien untuk menelan agar epiglottis terbuka.

11. Setelah selang NGT masuk mencapi tanda yang telah diukur tadi, ujilah apakah selang telah masuk ke dalam lambung dengan cara isilah udara ke dalam spoit 10cc lalu hembuskan secara cepat ke dalam selang NGT lalu dengarkan dengan stetoskop yang telah diletakkan pada epigastrium. Jika terdengar bunyi suara, berarti selang telah masuk ke dalam lambung. Tes ini wajib dilakukan karena ditakutkan NGT masuk ke dalam paru-paru yang dapat menyebabkan aspirasi.

12. Rekatkan NGT dengan menggunakan plester, plester jangan sampai menutupi rongga hidung.

13. Selang harus diganti setiap 10 hari.


Source:

Aisyah, PS. Dkk 2011. Modul Keperawatan Medial Bedah. Bandung: Tidak diterbitkan.

                 
Ramli, R. 2011. Cara Pemasangan Nasogastrik Tube (NGT. [online] tersedia http://www.artikelkedokteran.com/685/cara-pemasangan-nasogastrik-tube-ngt.html [diakses 08 April 2012]


Related Articel:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar